KANKER HARUSKAH DIOPERASI ??

KANKER HARUSKAH DIOPERASI ??

kanker haruskah dioperasi

kanker haruskah dioperasi

Melihat judul diatas tentu bagi ilmu kedokteran adalah pertanyaan yang aneh. Bukankah kanker berarti operasi?. Begitulah pandangan sebagian orang. Kanker berarti operasi dan dilanjutkan dengan radiasi dan kemoterapi. Menunda-nunda operasi berarti bunuh diri. Mencoba jalan pengobatan lain hanyalah akan memperberat akibat dari Kanker. Untuk Itulah ahli onkologi belajar dan untuk itulah pisau bedah dibuat.

Benarkah demikian??! Apakah kita pernah bertanya seberap besarkah peluang kberhasilan operasi?. Apakah orang awam berhak bertanya seberapa baikkah tingkat kesembuhan paska operasi, radiasi bahkan kemoterapi?. Apakah kanker bisa muncul lagi? Berapa lama kanker bisa muncul lagi? Banyak pertanyan yang hamper tidak diketahui jawabannya oleh si awam.

Marilah kita tinjau informasi ini: Prevalensi kanker di Indonesia dan dunia terus menerus meningkat hal ini menjadi tantangan bagi dunia kedokteran. Tetapi meskipun pengetahuan dan teknik-teknik pengobatan terus berkembang, angka kematian akibat kanker terus meningkat. Kematian akibat kanker baik di negaa maju ataupun di kawasan asia pasifik terus meningkat. Data yang diterbitkan oleh institute of Medicine , National Academy of science USA, menunjukan bahwa di Negara-negara Asia Pasifik kematian akibat kanker pada tahun 1990 tercatat sebanyak 640.000 dan terus meningkat diprediksi pada tahun 2020 menjadi 1.627.000kematian atau meningkat 154%. Selain itu dibandingkan dengan kematian akibat penyakit lain juga meningkat dari 12% pada tahun 1990 menjadi 21% pada tahun 2020.

Hal ini menunjukan bahwa terapi-terapi konvensional untuk kanker yaitu bedah, radioterapi bahkan kemoterapi tidak banyak menunjukan harapan kesembuhan bagi pasien. WHO menyebutkan hanya 1/3 pasien yang mampu sembuh dari kanker, itu juga karena penderita mengetahui kankernya sejak dini. Tetapi harus diingat meskipun dinyatakan “sembuh” bukan berarti tidak kambuh lagi. Karena menurut data penelitian yang lain 40% penderita kanker yang dinyatakan bebas kanker berpeluang untuk muncul kembali sel kankeker dalam tubuhnya. Seringkali dalam waktu kurang dari 10 tahun akan timbul kanker di tempat yang sama atau ditempat yang lain. Karena kanker yang ada memang bisa disembuhkan tapi kepekaan/ kekebalan tubuh pasien terhadap kanker tidak bisa sembuh total.

Lalu apakah pertanyaan ” kanker haruskah dioperasi ?” masih relevan. Berdasarkan informasi diatas jelas bahwa adalah hak orang awam untuk bertanya, untuk menimbang, untuk mencari dan mencoba alternative lain. Hak paseinlah untuk menentukan jenis pengobatan yang akan dia pilih. Termasuk jika pasien memutuskan untuk menekuni pengobatan dengan bahan alam seperti tanaman obat, sumber hewani bahkan terapi lainnya. Dalam situasi ilmu pengetahuan yang berkembang sudah banyak diketahui bahan alam yang ternyata mampu menyembuhkan kanker. Hal yang perlu diingat adalah metode penerapaanya meliputi cara pemprosesan, dosis dan perbaikan pola hidup. Tanaman seperti jombang, kunir putih, keladi tikus adalah yang cukup terkenal dalam pengobatan kanker. Sedangkan dari unsure hewani biasanya adalah teripang Gamat, Squalene, Minyak Hati ikan Hiu Botol, Propolis  dan beepolen lebah. Dan banyak sumberlain yang mampu dijadikan alternative dalam pengobatan kanker.  (disadur dari majalah karya sari)

# Klik Fanpage khusus membahas Terapi Kanker Tanpa Operasi

Related Post

2 thoughts on “KANKER HARUSKAH DIOPERASI ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *