6 Tips AMPUH Menurunkan Resiko Serangan Jantung

Tips Menurunkan Resiko Serangan Jantung

tips menurunkan resiko serangan jantung

Perubahan gaya hidup dapat membuat perbedaan yang besar. Pada orang di bawah usia 75 tahun, seperempat dari kematian akibat penyakit jantung dan stroke dapat dicegah. Anda perlu menjadi proaktif demi kesehatan jantung Anda saat Anda memiliki diabetes. Itu karena risiko stroke dan serangan jantung adalah dua kali lipat dibandingkan seseorang yang tidak mengidap diabetes. Berikut adalah enam cara untuk membantu menurunkan risiko Anda:

 

1. Bergerak

Olahraga akan memperkuat jantung Anda, menurunkan tekanan darah Anda, membakar kalori, serta memperbaiki kadar gula darah dan kadar kolesterol. Secara bersamaan, ini menjadi perlindungan yang kuat. Anda tidak harus bergabung dengan gym untuk menjadi aktif kecuali jika Anda ingin, tentu saja. Berjalan cepat selama 30 menit minimal 5 kali dalam seminggu dapat menurunkan kemungkinan penyakit jantung dan stroke. Jika 30 menit sepertinya terlalu lama, mulai sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. Kuncinya adalah untuk berjalan cepat dan meningkatkan berapa lama dan seberapa sering Anda bergerak.

Tips : Pertimbangkan membeli pedometer (penghitung langkah). Anda dapat menggunakannya untuk mengetahui berapa banyak langkah yang Anda ambil dalam sehari. Alat ini dapat memotivasi Anda untuk menjadi lebih aktif.

 

2. Pilih lemak yang baik untuk jantung

Jenis lemak dalam makanan yang Anda makan mempengaruhi kolesterol dalam aliran darah Anda. Kurangi makanan ringan olahan, makanan manis, gorengan, susu dan keju, lemak padat seperti mentega , dan daging merah berlemak. Mereka mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk jantung Anda. Sebaliknya, pilih lemak tak jenuh yang terutama berasal dari tumbuhan, seperti minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mereka dianggap sebagai “lemak baik” karena dapat memperbaiki kadar kolesterol Anda, yang baik bagi jantung Anda. Lemak omega 3 juga baik untuk jantung sehat. Ia membantu menjaga arteri jantung Anda dari penyumbatan.

Jadi cobalah untuk makan ikan yang tidak digoreng, setidaknya dua kali seminggu. Pilih ikan berlemak yang sehat seperti salmon, albacore tuna, sarden, ikan air tawar, dan makarel untuk meningkatkan lemak sehat omega 3 Anda. Produk kedelai, kenari, biji rami, dan minyak canola merupakan sumber baik lainnya untuk omega 3.

Tips : Untuk manfaat jantung terbaik, mengeluarkan lemak jahat dan menambahkan lemak baik pada waktu yang bersamaan, daripada burger atau iga (yang memiliki lemak jenuh yang tidak sehat), lebih baik konsumsi salmon panggang atau ikan trout. Alih-alih menggunakan mentega ketika memasak, gunakan minyak  sayur, minyak zaitun, atau minyak canola. Daripada menambahkan keju untuk sandwich Anda, lebih baik coba tambahkan alpukat.

 

3. Penuhi piring dengan whole grain, buah, dan sayuran

Whole grains atau gandum utuh, buah-buahan, dan sayuran adalah yang paling banyak mengandung serat serta rendah kalori. Itu yang membuat ketiganya menjadi makanan ideal jika Anda ingin tetap berada pada berat badan yang sehat. Sebuah penelitian di tahun 2009 menjelaskan bahwa orang-orang dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung sebanyak 81%  dan risiko terkena stroke sebanyak 50% jika mereka:

  • Menjaga berat badan mereka
  • Berolahraga sebanyak 3.5 jam atau lebih dalam seminggu
  • Tidak merokok
  • Memakan whole grain, buah, dan sayuran

Sebuah penelitian besar pada tahun 2011 menunjukkan bahwa wanita Swedia yang memakan banyak buah serta sayuran yang kaya akan anti oksidan mampu mengurangi risiko terserang stroke sebanyak 17%. Jeruk serta sayuran dan buah yang berwarna oranye, merah, kuning, dan hijau adalah sumber antioksidan yang baik.

Tips: isilah separuh dari piring makan Anda dengan buah serta sayuran.

 

4. Pertahankan berat badan yang ideal

Menghilangkan kelebihan berat badan bukanlah suatu hal yang mudah. Tetapi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berat badan ideal akan mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke. cara yang ampuh adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat adalah dengan mengurangi kalori serta dengan berolahraga secara teratur.

Tips: Jangan putus asa jika memang membutuhkan waktu untuk menurunkan berat badan. Bahkan jika berat badan Anda belum juga turun, paling tidak Anda sudah melakukan hal yang tepat untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke dengan berolahraga dan memakan makanan yang sehat.

 

5. Berhentilah merokok

Merokok sangatlah berbahaya bagi jantung, bukan hanya untuk paru-paru. Merokok meningkatkan risiko terkena serangan jantung sampai 2-4 kali lipat, dan dua kali lipat risiko terserang stroke.  Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah, tapi Anda perlu tahu bahwa banyak orang berhasil berhenti merokok. Saat ini adalah lebih banyak mantan perokok dibanding perokok yang masih aktif.

Konseling secara individu, kelompok, maupun melalui telepon, atau terapi yang fokus pada pemecahan masalah, dapat membantu perokok yang mau berhenti. Nicotine patchesinhaler (seperti obat asma), obat yang diresepkan dokter juga mungkin berguna. Konseling dibarengi dengan obat-obatan biasanya lebih efektif dibandingkan hanya salah satunya.

Tips: Cari bantuan untuk berhenti merokok lewat konseling khusus, atau temui dokter untuk meminta bantuan agar Anda bisa berhenti merokok.

 

6. Cek kondisi Anda

Mengontrol diabetes Anda dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Jika Anda dapat menjaga tekanan darah, kolesterol, dan level A1c (kadar rata-rata glukosa Anda dalam kurun waktu 2-3 bulan terakhir) tetap normal, Anda akan baik-baik saja. Tapi, untuk melakukan ini, Anda perlu tahu kondisi Anda yang sebenarnya. Lakukan check up rutin yang termasuk periksa darah dan juga pengujian fisik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *